BPBD Ungkap Bencana Lahar Banjir di NTT Akibatkan 11 Orang Meninggal Dunia

- 5 April 2021, 08:00 WIB
Banjir bandang terjang NTT.
Banjir bandang terjang NTT. /bnpb.go.id/

BERITA DIY - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan korban tewas akibat lahar banjir yang terjadi dari Gunung Ile Lewotolok.

Dilansir BERITA DIY dari ANTARA, korban tewas tersebut bertambah lima orang dan kini jumlahnya yakni 11 orang.

"Korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal ada 11 orang. Sebelumnya sudah ditemukan enam orang pada Minggu siang. Namun, pada petang hari ditemukan lagi lima orang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata, Siprianus Meru.

Baca Juga: Bacaan Doa agar Hujan Segera Reda: Lengkap Arab, Indonesia, Latin dan Artinya

Baca Juga: Bansos Sembako Rp 200 Ribu Per Bulan Tidak Bisa Cair? Lapor Kesini Sekarang!

Tujuh korban meninggal telah diidentifikasi dan dimakamkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, sedangkan empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh petugas kesehatan di RSUD Lewoleba.

Pihak BPBD tak memungkiri adanya kemungkinan korban meninggal akan bertambah lagi.

"Data sementara baru 11 orang yang meninggal dan kemungkinan jumlahnya bertambah karena proses pencarian masih terus dilakukan," ujar Suprianus Meru.

Diketahui terdapat tiga desa yang mengalami dampak paling parah akibat banjir tersebut yaitu Amaka, Tanjung Batu, dan Waowala.

Baca Juga: Punya Spesifikasi Kamera 48 MP hingga Baterai 5.000 mAh, Harga HP Redmi Note 10 Cuma Rp 2 Jutaan

 

BPBD pun melakukan pendataan terkait dengan bencana alam di ketiga desa tersebut.

"Tiga desa ini yang paling parah dengan jumlah korban meninggal cukup banyak. Proses pencarian terhadap korban yang hilang dari tiga desa ini masih terus berlangsung," ucap Sipri.

Saat terjadi bencana alam, disebutkan oleh Sipri, banyak warga yang ada di desa tersebut sedang tidur.

Hujan deras dan angin kencang yang melanda daerah setempat membuat kondisi listrik padam dan membuat daerah tersebut juga gelap mengingat saat terjadi bencana alam.

"Banyak korban yang meninggal dan hilang dalam peristiwa ini karena terjebak dalam aliran banjir bandang lahar dingin dari kawasan Gunung Ile Lewotolok," tuturnya.***

Editor: Muhammad Suria

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah