Unik! Terdapat Jabatan Menteri Kesepian di Jepang, Lantas Apa Tugasnya?

- 19 Februari 2021, 20:00 WIB
PM Jepang Yoshihide Suga.* /Instagram/@suga.yoshihide

BERITA DIY - Kabar cukup unik terjadi di JepangPerdana Menteri Jepang Yoshihide Suga secara resmi menunjuk seorang politikus untuk mengisi jabatan baru sebagai menteri kesepian.

Tetsushi Sakamoto ditunjuk PM Jepang secara langsung untuk mengisi jabatan sebagai menteri kesepian pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Sebelumnya diketahui dirinya juga mengisi jabatan Menteri Pembangunan Daerah.

Tugas Tetsushi Sakamoto sebagai Menteri Kesepian salah satunya untuk mengatasi isu depresi akibat kesepian dan isolasi yang dialami oleh warga Jepang selama masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Diyakini Tak akan Banjir Lagi oleh Anies Baswedan, Kawasan Cipinang Melayu Kembali Banjir

Dilansir BERITA DIY dari Japan Times, pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan termasuk di Jepang telah menuntut warganya untuk terus-menerus berdiam diri di rumah. Hal ini menyebabkan warga Jepang merasa depresi serta angka kelahiran yang terus menurun di Negeri Sakura tersebut.

“Wanita lebih menderita dibandingkan pria karena isolasi. Mengakibatkan angka bunuh diri makin naik. Saya berharap Anda bisa mencari tahu akar permasalahan serta menerapkan aturan baru yang bermanfaat,” ucap PM Jepang Yoshihide Suga kepada Tetsushi Sakamoto sewaktu menunjuknya sebagai menteri kesepian.

Menteri Kesepian Tetsushi Sakamoto pun menjelaskan harapannya kepada awak media untuk mengatasi masalah kesepian dan isolasi yang dialami warga Jepang selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Saya berharap bisa memberikan aktivitas baru yang akan mencegah terjadinya rasa kesepian dan isolasi di antara para warga,” jelas Tetsushi Sakamoto dalam konferensi pers yang digelar usai dirinya ditunjuk sebagai menteri kesepian Jepang.

Pada akhir bulan Februari, Menteri Kesepian Tetsushi Sakamoto berencana untuk mengadakan rapat darurat. Agenda dalam rapat darurat tersebut untuk mendengarkan keluhan dari masyarakat Jepang yang merasa kesepian dan terisolasi selama pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Muhammad Suria

Sumber: Japan Times


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X