Daftar Istilah Iklim: Apa Perbedaan La Nina dan El Nino yang Bisa Terjadi di Indonesia?

- 26 Maret 2022, 20:35 WIB
Ilustrasi - Berikut perbedaan La Nina dan El Nino
Ilustrasi - Berikut perbedaan La Nina dan El Nino /Pixabay/FelixMittermeier/

BERITA DIY - Ketahui beberapa istilah iklim berikut. Simak perbedaan antara La Nina dengan El Nino yang wajib diwaspadai.

Sebagai negara beriklim tropis dengan dua musim, semlah wilayah di Indonesia memiliki potensi dilanda La Nina ataupun El Nino.

Lalu apa sebenarnya pengertian dan perbedaan dari keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Hati-hati La Nina! 5 Daerah Ini Waspada Bencana Alam Banjir Bandang hingga Badai Tropis Akhir Tahun 2021

Dilansir dari laman bmkg.go.id, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Dimana, pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Sederhananya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

Sementara, La Nina merupakan sebuah fenomena yang berkebalikan dari El Nino. Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Baca Juga: Peringatan Hari Meteorologi Dunia 23 Maret 2022: Simak Tugas dan Fungsi Lembaga BMKG yang Ada di Indonesia

Selain itu fenomena La Nina dapat membuat intensitas hujan lebih tinggi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Fenomena La Nina membuat keadaan anomali suhu air di permukaan laut dimana suhu di laut akan lebih dingin hingga mencapai minus satu derajat celcius atau mungkin juga lebih. 

Selain intensitas hujan yang tinggi, fenomena La Nina ini mampu berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana alam lain. Salah satu bencana alam yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, gelombang tinggi/ pasnag, banjir bandang dan tanah longsor.

Sebagai langkah preventif, perlu adanya upaya kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometerorologi.

Baca Juga: ShopeePay Day Digelar 15 Oktober Hadirkan Solusi Belanja Hemat Sambut Shopee 11.11 Big Sale

Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada korban jiwa apabila peristiwa yang ekstrem. Oleh karena itu sangat disarankan bagi setiap keluarga untuk mengidentifikasi bencana yang ada di sekitar.

Demikian informasi mengenai pengertian dan perbedaan dari istilah Iklim La Nina dan El Nino yang berpotensi terjadi di Indonesia.***

Editor: Arfrian Rahmanta


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah