Kenali Pakaian Adat Suku Sabu NTT yang Dikenakan Jokowi di Sidang Tahunan MPR

- 14 Agustus 2020, 18:18 WIB
Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat suku Sabu NTT di Sidang Tahunan MPR. //Twitter - @jokowi

BERITA DIY – Presiden Joko Widodo terlihat berbeda saat melakukan pidato di Sidang Tahunan MPR, Jumat, 14 Agustus 2020. Bukan jas dan kemeja yang dikenakannya melainkan satu set pakaian adat suku Sabu Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di NTT sendiri terdapat beberapa suku, di antaranya suku Sabu, suku Rote, Suku Sumba, Suku Helong, suku Lio, suku Manggarai dan suku Dawan. Dari ketujuh suku yang ada tersebut, hanya empat suku yang memiliki baju adat sendiri, yakni suku Sabu, suku Rote, suku Helong dan suku Dawan. Pakaian adat ini dirancang baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Setelan yang dikenakan Jokowi hari ini adalah pakaian dari suku Sabu untuk laki-laki yang menurut beberapa sumber terdiri dari kemeja putih lengan panjang dan bawahan, lengkap dengan selendang, ikat kepala, sabuk dan perhiasan tambahan. Masyarakat adat suku Sabu biasanya mengenakan ikat kepala yang terbuat dari emas kalung mutisalak dan selendang yang dibuat dari sarung tenun untuk diselempangan di bahu si pemakai.

Baca Juga: Saking Tajirnya, Crazy Rich Surabaya Ini Bolos Sekolahnya ke Prancis

Sementara pakaian adat suku Sabu untuk perempuan terdiri dari kebaya dan kain tenun dengan pending berupa sarung yang diikatkan di bagian pinggang.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi terlihat kharismatik dengan memadukan warna hitam dan emas pada bajunya. Ia juga mengenakan penutup kepala warna senada dan ikat pinggang warna emas, lengkap dengan selendang yang dibuat bersilang di sepanjang bahu hingga dadanya. Tak lupa, Jowoki juga mengenakan masker warna hitam demi mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi.

Baca Juga: KLARIFIKASI, Ardhito Pramono Minta Maaf Usai Dikritik Promosikan RUU Cipta Kerja

Momen Jokowi mengenakan pakaian adat NTT ini pun menuai banyak apresiasi dan menyebutnya sebagai wujud keragaman suku di Indonesia.***

 

Halaman:

Editor: Fiqih Rahmawati

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X