KLARIFIKASI, Ardhito Pramono Minta Maaf Usai Dikritik Promosikan RUU Cipta Kerja

- 14 Agustus 2020, 15:08 WIB
Ardhito Pramono /Instagram/@ardhitopramono

BERITA DIY – Musisi Ardhito Pramono memberikan klarifikasi dan pemohonan maaf kepada publik setelah dituding mempromosikan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Melalui akun Twitter pribadinya, Jumat, 14 Agustus 2020 pukul 12.02 WIB, Ardhito membenarkan bahwa dirinya menerima tawaran untuk mengkampanyekan tagar #IndonesiaButuhKerja.

“Betul bhw saya menerima brief untuk ikut dlm kampanye tagar #IndonesiaButuhKerja & menerima bayaran. Spt kerjasama saya dg sebuah brand,” tulis Ardhito.

Ia menjelaskan bahwa dalam brief yang diterima tidak disebutkan bahwa kampanye tagar tersebut berkaitan dengan Omnibus Law. Dalam klarifikasi tersebut, ia juga menceritakan bahwa kampanye tersebut tidak memiliki kepentingan politik tertentu dan bertujuan untuk membuat masyarakat tenang di tengah pandemi.

Baca Juga: Profil 8 Anggota Paskibraka Tahun 2020

Pelantun lagu Cigarettes of Ours ini mengaku bahwa dirinya tidak ingin digiring ke ranah yang tidak dipahaminya karena dirinya seorang musisi.

“Saya jg bertanya, apakah ada hubungan dengan omnibus law? Jawabannya, tidak ada. Saya bertanya krn saya hanya musisi, gak paham politik dan tidak punya pengetahuan akan isu2 tersebut shgg saya tdk ingin digiring ke ranah yang tidak saya pahami,” tambahnya.

Ia pun meminta maaf atas ketidaktahuannya mengenai permasalahan ini. Ardhito menekankan bahwa dirinya adalah seorang musisi dan bukan buzzer, yang ingin berpengaruh melalui musik yang dibuatnya.

Baca Juga: Jessica Mila Idap Skoliosis, Ini 5 Olahraga Ringan untuk Penderita Skoliosis

Melalui keterangan tersebut, Ardhito juga akan mengembalikan pembayaran yang diterimanya dari unggahan tagar tersebut.

Halaman:

Editor: Fiqih Rahmawati

Sumber: Twitter


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X