Terungkap Penyebab Suhu Yogyakarta dan Jawa Tengah Begitu Panas, BMKG Temukan Fakta Menyedihkan Ini

- 11 Oktober 2021, 22:26 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkap penyebab panas di Yogyakarta dan Jawa Tengah, akhir-akhir ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkap penyebab panas di Yogyakarta dan Jawa Tengah, akhir-akhir ini. /ARI BOWO SUCIPTO

BERITA DIY - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkap penyebab panas di Yogyakarta dan Jawa Tengah, akhir-akhir ini.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, suhu udara di Yogyakarta dan Jawa Tengah makin panas karena tingginya laju alih fungsi lahan. Selain itu, ada pula emisi gas rumah kaca.

Dia mengungkapkan, temperatur rata-rata di Jateng dan DIY mengalami tren kenaikan selama 30 tahun terakhir, dan kenaikan tersebut tidak terjadi secara merata, namun wilayah daratan tengah mengalami kenaikan lebih tinggi daripada pesisir.

Baca Juga: LENGKAP! Ini Jadwal KRL Yogya - Solo, Paling Pagi Pukul 04.30 WIB dan Paling Malam Pukul 21.10 WIB

“Secara mikro di Kawasan Gunung Merapi, kenaikan suhu udara di sekitar wilayah Merapi ada tren kenaikan selama 30 tahun sebesar 0,7 derajat Celsius. Selain di kawasan Gunung Merapi, tren suhu di perkotaan dipantau dari stasiun menunjukkan tren kenaikan temperatur khusus Kota Yogyakarta dari tahun 2007, ternyata memang ada korelasi khusus antara penutup lahan dengan kenaikan suhu,” ujar Dwikorita melalui keterangan tertulisnya, Senin, 11 November 2021.

Saat mengunjungi kawasan Bendungan Kali Gendol, Yogyakarta, Sabtu, 9 November 2021, Dwikorita mengatakan analisis tersebut diambil dari hasil pengumpulan data rata rata suhu udara selama 30 tahun sejak tahun 1990, dan saat ini BMKG tengah mengupayakan pengumpulan data lebih jauh ke belakang yaitu selama kurun waktu 50 tahun guna melihat signifikasi perubahannya.

Selain itu secara ekologis, kawasan lindung Gunung Merapi merupakan kawasan yang mempengaruhi kondisi terutama kualitas lingkungan secara luas di wilayah Yogyakarta serta Jawa Tengah. Artinya, kawasan lindung kawasan Gunung Merapi berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Jika kawasan ini rusak maka akan mempengaruhi kemampuan kawasan di sekitarnya dalam hal adaptasi perubahan iklim,” ujar Dwikorita.

Baca Juga: Wisata Gunung Kidul Masih Tutup? Ini Daftar Wisata di Jogja yang Sudah Dibuka

Halaman:

Editor: MR Firmansyah


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X