Isi Pelatihan Kepemimpinan, Moeldoko Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045

- 7 April 2021, 14:23 WIB
Isi Pelatihan Kepemimpinan, Moeldoko Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045.*
Isi Pelatihan Kepemimpinan, Moeldoko Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045.* /Dok KSP

BERITA DIY - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Indonesia bisa meraih cita-cita untuk menjadi negara maju di tahun 2045, dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima di dunia dan pendapatan per kapita lebih dari 23.000 dolar AS.

Untuk mencapai target itu, Moeldoko menekankan pertumbuhan ekonomi harus konsisten.

“Untuk mencapai target itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5,7 persen sampai 6,2 persen per tahun,” ujar Moeldoko saat menjadi pembicara Pelatihan Kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu 7 April 2021 dikutip BERITA DIY dari ANTARA.

Baca Juga: Link Live Streaming Piala Menpora 2021 Persela Lamongan vs Persik Kediri di Indosiar

Baca Juga: Jadwal Bola Malam Ini: Liga Champions Bayern Munchen vs PSG, Porto, Chelsea, Link Live Streaming Vidio

Sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, dalam pelatihan yang mengusung tema “Potret Kepemimpinan Masa Depan Menyongsong Tahun 2045” ini, Moeldoko yang didampingi Deputi III Kantor Staf Presiden Panutan S. Sulendrakusuma dan para Tenaga Ahli Kedeputian III KSP menyebut upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menuju 2045 harus mulai dari sekarang.

Berbagai upaya tersebut wajib dilaksanakan karena jika tidak, maka target tersebut akan sulit dicapai dan Indonesia akan terjebak dalam middle income trap, menjadi negara berpendapatan menengah, tetapi tidak kunjung beranjak menjadi negara maju.

"Hal itu telah dialami oleh beberapa negara. Kita tidak ingin seperti itu. Ditargetkan pada tahun 2036 kita akan keluar dari middle income trap dengan pendapatan per kapita lebih dari 12.000 dolar AS,” ujarnya.

Baca Juga: Terlapor Kasus Unlawful Killing Anggota FPI Ditetapkan Jadi Tersangka, Polisi Tak Lakukan Penahanan

Baca Juga: Jakarta Memulai Uji Coba Sekolah Tatap Muka Hari Ini, Mendikbud Nadiem: Orang Tua Punya Hak Konsensus

Menurut dia, banyak hambatan dan tantangan untuk mewujudkan mimpi atau cita-cita tersebut. Salah satunya adalah pandemi COVID-19.

Moeldoko menjelaskan, COVID-19 telah membawa Indonesia dan semua negara di dunia ke dalam situasi krisis dengan skala yang tidak pernah dialami sebelumnya, sehingga COVID-19 muncul sebagai game changer saat ini.

Dia pun menilai, tidak ada resep yang berlaku umum di semua negara untuk keluar dari krisis akibat dampak pandemi COVID-19. Namun Pemerintah telah berupaya melakukan yang terbaik, sambil melihat potensi yang ada serta membenahi kekurangan-kekurangan yang sifatnya spesifik di Indonesia.

“Dengan demikian, diharapkan kita tidak hanya mampu keluar dari krisis, tetapi sekaligus menggunakan momentum ini untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar menuju Indonesia yang lebih baik,”  katanya.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi kala pandemi COVID-19, sejak tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup upaya pemulihan kesehatan dan juga pemulihan ekonomi dengan memberikan insentif baik di sisi permintaan maupun di sisi penawaran.

Pemerintah menganggarkan PEN tahun 2020 sebesar Rp695 triliun. Sementara pada tahun 2021, alokasi anggaran PEN mencapai Rp699,4 triliun.

“Angka ini dinamis, dalam arti masih bisa berubah sesuai perkembangan dan kebutuhan. Untuk program PEN 2021 sendiri meliputi lima kluster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM dan korporasi, insentif usaha, dan program prioritas,” jelas Moeldoko.

Dia juga menegaskan, untuk mampu keluar dari krisis, dan sekaligus menjaga agar Indonesia tetap berada di jalur yang benar untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045, diperlukan koordinasi yang baik dari setiap instansi dan lembaga terkait untuk bersama-sama mengatasi pandemi dan sekaligus memulihkan perekonomian.

Maka itu, kata dia, diperlukan kepemimpinan yang kuat, tegas, berani mengambil keputusan, serta mau mendengar, yang didukung analisis memadai dari bawahan, dari akademisi, praktisi dan komponen masyarakat lainnya.

“Terutama bagi mahasiswa. Karena masa depan ada di tangan kalian. Siapkan lah diri sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan untuk mengisi proses leadership sehingga bisa memahami situasi, termasuk melakukan asesmen terhadap faktor-faktor internal maupun eksternal,” katanya.

Satu hal lain yang sangat penting, Moeldoko menekankan pentingnya perhatian terhadap potensi ancaman ideologi.

Menurut Moeldoko, ancaman tersebut nyata, dan dapat mengancam keutuhan negara dan stabilitas sosial-politik. Karena tanpa stabilitas sosial-politik, proses pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik.***

Editor: Muhammad Suria

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x