Apa Itu Food Estate? Sebuah Program Nasional yang Disebut Gagal oleh Anies Baswedan

- 8 Januari 2024, 14:34 WIB
Apa itu food estate, salah satu program nasional yang disebut gagal oleh Anies Baswedan.
Apa itu food estate, salah satu program nasional yang disebut gagal oleh Anies Baswedan. /Tangkap layar instagram.com/@aniesbaswedan

BERITA DIY - Salah satu program strategis nasional yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo dianggap gagal oleh Anies Baswedan. Sebenarnya apa sih Food Estate itu? Simak di sini untuk selengkapnya. 

Pasangan calon (paslon) nomor urut satu yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan kritik pedas terhadap salah satu program yang dicetuskan oleh Presiden Jokowi. 

Program yang dimaksud adalah Food Estate yang dinilai gagal oleh paslon nomor urut satu tersebut. Kritikan ini disampaikan pada debat ketiga calon presiden 2024 yang mana Anies mengatakan bahwa program Food Estate ini sama sekali tidak menguntungkan para petani.

Food Estate atau yang biasa disebut dengan lumbung pangan nasional singkong ini merupakan sebuah proyek Kementerian Pertahanan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. 

Adapun Food Estate sendiri adalah pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi yang mana di dalam Food Estate ini mencakup pertanian, perkebunan, hingga peternakan dalam satu kawasan. 

Baca Juga: Arti Cyber Attack yang Disinggung Anies Baswedan di Debat Capres 2024 Ketiga & Cara Mengatasi Serangan Siber

Program ini dicanangkan untuk Program Strategi Nasional (PSN) tahun 2020-2024. Pemerintah pada awalnya memberi target dalam membangun Food Estate yang memiliki luas sekitar 168 hektar ini. 

Kawasan yang berada di Kalimantan Tengah tepatnya Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Tak hanya itu saja, terdapat juga seluas 10 hektar yang berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. 

Setelah pembangunan Food Estate di dua provinsi telah selesai, Presiden Jokowi berencana memperluas pembangunan program ini hingga ke Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. 

Komoditas yang dikembangkan dalam program ini bukan hanya singkong saja yang disebutkan oleh Anies Baswedan. Melainkan terdapat komoditas lain seperti padi, jeruk, bawang merah, dan kelapa. 

Baca Juga: Apa Itu Omon Omon? Disebut Prabowo dalam Debat Capres 2024 Ini Arti Kata Omon-Omon yang Dimaksud

Tak hanya itu saja yang akan dikembangkan, pemerintah juga akan melakukan budidaya hewan seperti ikan dan itik. 

Pada tahun 2020 lalu, Jokowi menunjuk Prabowo Subianto yang mana dirinya sebagai Menhan sebagai koordinator dalam rencana pembangunan dan pengembangan kawasan Food Estate ini. 

Dikatakan oleh Jokowi bahwa program Food Estate ini merupakan kerjasama antara Kemhan, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK dan BUMN. 

Namun, program ini dinilai mengalami kegagalan. Karena Program Strategis Nasional ini dinilai mengeksploitasi hutan dan lahan gambut yang sangat luas. Dengan demikian ditakutkan mengancam wilayah adat dan mengancam keanekaragaman hayati penting di Indonesia ini. 

Baca Juga: Apa itu Pasukan 08 Kelompok Relawan yang Nyatakan Dukungan ke Prabowo di Pemilu 2024, Asal Usul, & Nama Ketua

Tak menyerah begitu saja, Presiden Jokowi meninjau lumbung pangan yang berada di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Yang mana terdapat seluas 10 ribu hektar tanah untuk penanaman jagung. 

Dinilai gagal menjalankan Food Estate di Kalimantan, Presiden Jokowi tetap berpegang teguh untuk mengembangkan Food Estate ini. Karena dalam pandangan Jokowi dengan adanya food estate ini merupakan langkah untuk menciptakan ketahanan pangan. 

Dana yang digelontorkan juga bukan main-main. Anggaran yang dipergunakan untuk Food Estate ini mencapai Rp 114,3 triliun yang tertera pada APBN 2024. Yang mana dana ini untuk sejumlah program ketahanan pangan. *** Hayyu Shafa

Editor: Aziz Abdillah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah