Kasus Herry Wirawan: Eksploitasi Santriwati Jadi Kuli hingga Kerja Jam 2 Malam, dan Jumlah Korban Bertambah

- 11 Desember 2021, 18:21 WIB
Simak fakta terbaru Herry Wirawan, dari jumlah korban pencabulan bertambah hingga digaan eksploitasi santriwati menjadi kuli dan kerja sampai jam 2 malam.
Simak fakta terbaru Herry Wirawan, dari jumlah korban pencabulan bertambah hingga digaan eksploitasi santriwati menjadi kuli dan kerja sampai jam 2 malam. /Instagram.com/@ndorobei.official

BERITA DIY - Simak fakta terbaru yang mengungkapkan aksi bejat Herry Wirawan, di mana para santriwati diminta menjadi kuli, disuruh kerja sampai jam 2 malam hingga jumlah korban pencabulan dan pemerkosaan yang dikabarkan bertambah.

Baru-baru ini nama Herry Wirawan mencuat ke publik, pasalnya ia menjadi tersangka pencabulan dan pemerkosaan santriwati yang diajarnya. Bahkan beberapa korban hamil dan ada yang melahirkan.

Herry Wirawan yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) sekaligus pengajar telah melakukan aksi bejatnya kepada santriwati sejak tahun 2016. Hingga akhirnya Mei 2021 ada laporan pencabulan kepada anak di bawah umur yang menyerat nama HW.

Baca Juga: Korban Herry Wirawan Bertambah Jadi 21 Orang, Bayi Hasil Pemerkosaan Jadi Alat Minta Sumbangan

Satu persatu korban pun mengaku. Beberapa di antaranya ada yang telah melahirkan. Bahkan, pria 36 tahun itu mengakui anak yang telah dilahirkan para korban sebagai anak yatim piatu.

Dugaan eksploitasi anak juga dituduhkan kepada Herry Wirawan. Selain anak korban tak diakui, berdasarkan laporan ia juga mengeksploitasi anak korban yang dilahirkan untuk meminta dana atau sumbangan.

Tak sampai di situ, fakta persidangan mengungkap para korban dan santri putri diminta oleh tersangka untuk menjadi kuli bangunan saat membangun gedung Ponpes di Cibiru.

Baca Juga: Profil Herry Wirawan, Guru Pesantren Terdakwa Pemerkosaan 14 Santriwati, Akun Facebook, Lokasi, Status Nikah

Berdasarkan pemberitaan yang beredar, Ponpes yang dipimpin Herry Wirawan mendapat dana bantuan BOS namun penggunaan operasionalnya tidak jelas.

Kejanggalan tentang Ponpes di Kota Bandung yang dikelola oleh pria asal Garut itu pun semakin terungkap. Pasalnya, Pondok Pesantren tak memiliki guru tetap selain Herry Wirawan sendiri.

Halaman:

Editor: Inayah Bastin Al Hakim


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah