Menilik Sejarah 25 November Jadi Hari Guru Nasional, Perjalanan PGHB hingga PGRI

- 25 November 2020, 06:01 WIB
Seorang guru memberikan pelajaran saat proses belajar mengajar di salah satu rumah siswa di Desa Nuruwe, Seram Bagian Barat, Maluku, Senin (9/11/2020). Adanya keterbatasan pengguna telepon pintar dari sejumlah siswa membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah penduduk agar dapat menjaga jumlah peserta didik dalam ruangan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. /MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO

BERITA DIY - Hari Guru Nasional jatuh pada 25 November setiap tahunnya. Pada hari ini, Rabu 25 November 2020 seluruh rakyat Indonesia memberikan apresiasi besar kepada orang-orang yang memiliki lencana pahlawan tanpa tanda jasa, yakni guru.

Perjalanan hari guru hingga usianya kini 75 tahun bukanlah langkah mudah. Banyak pengorbanan dilakukan oleh para pelopor-pelopor pendidikan untuk ikut berjuang memerdekakan Indonesia.

Diawali pada tahun 1921 dibentuk sebuah organisasi bergerak di bidang pendidikan sebagai Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini memperjuangkan nasib para anggotanya yang terdiri dari tenaga pendidik pribumi untuk memiliki persamaan hak dan posisi dengan pihak kolonial.

Baca Juga: Link Download Pidato Mendikbud Dalam Hari Guru Nasional 2020: Banyak Honorer Akan Diangkat Jadi PPPK

PGHB mendorong kemunculan oraganisasi-organisasi guru lainnya dan membangkitkan semangat juang pendidikan untuk kemerdekaan.

Tahun 1932 PGHB bertransformasi menjadi organisasi yang mengatasnamakan diri dengan identitas bangsa, Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Perubahan nama dengan kata 'Indonesia' sangat tidak disukai Belanda sebab nama Indonesia dilihat sebagai bentuk jiwa nasionalis dan mencerminkan semangat kebangsaan.

Namun sebaliknya, bagi organisatoris yang memperjuangkan pendidikan setara di negerinya sendiri, nama tersebut adalah dambaan dan impian yang harus terwujud.

Baca Juga: Profil dan Fakta Menarik Jungkook BTS yang Jarang Diketahui ARMY Termasuk Kencan Impiannya

Perjalanan PGI kala itu kembali terhambat oleh pemerintahan Jepang yang datang menjajah dan melarang segala bentuk kegiatan berorganisasi. PGI terkena dampaknya, organisasi tak boleh berjalan, sekolah ditutup, dan tidak ada pengajaran.

Halaman:

Editor: Iman Fakhrudin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X