China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tak Kendali ke Bumi, Puingnya Jatuh ke Daerah Ini Usai Bikin Panik

- 9 Mei 2021, 19:35 WIB
NASA sebut China gagal penuhi standar negara antariksa seiring tanggapi serpihan roket Long March 5B milik China dilaporkan sudah terjatuh di Samudra Hindia pada Minggu, 9 Mei 2021, tepatnya di sekitar Kepulauan Maladewa
NASA sebut China gagal penuhi standar negara antariksa seiring tanggapi serpihan roket Long March 5B milik China dilaporkan sudah terjatuh di Samudra Hindia pada Minggu, 9 Mei 2021, tepatnya di sekitar Kepulauan Maladewa /REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

BERITA DIY - Akhirnya, Badan Antariksa China mengumumkan bahwa pada Minggu, 9 Mei 2021 pukul 09.32 WIB rongsokan terakhir Roket Long March 5B telah jatuh ke Bumi.

Melansir dari SpaceNews, roket bermodul inti Tianhe dengan berat 22,5 metrik ton dan panjang lebih dari 30 meter tersebut jatuh di Samudra Hindia di dekat Kepulauan Maladewa.

Ini sedikit meleset dari prediksi para ahli. Dilansir dari SpaceTrack, roket China diperkirakan masuk ke atmosfer Bumi antara Sabtu, 8 Mei 2021 pukul 17.13 WIB hingga Minggu, 9 Mei 2021 sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Harga Dogecoin Ambrol Usai Elon Musk Sebut sebagai 'Hiruk Pikuk' di SNL

Diketahui, roket tersebut bergerak dengan kecepatan 7,8 kilometer per detik dan mengorbit sekali setiap 90 menit antara 41,5 derajat utara dan 41,5 derajat lintang selatan.

Pada prediksi awal, dengan kemiringan orbit objek sebesar 41,5 derajat, berarti roket diperkirakan jatuh di wilayah New York, Madrid, Beijing, selatan Chili, Wellington, dan Selandia Baru dan  berpotensi menghantam wilayah berpenduduk.

Sebelumnya, merespons kekhawatiran publik internasional, pihak Beijing meyakinkan bahwa sebagian besar komponen badan roket akan hancur ketika masuk ke bumi.

Baca Juga: Al Aqsa Kembali Bentrok, Indonesia Serukan Dunia Internasional Hentikan Israel Usai Serangan Brutal

Pada konferensi pers reguler Kementerian Luar Negeri China 7 Mei, juru bicara Wang Wenbin mengakui jika roket yang diluncurkan pada 28 April 2021 itu sedang dalam perjalanan kembali ke bumi namun tanpa bisa terkendali.

Meskipun telah dinyatakan aman, Pemerintah China gagal memenuhi standar keselamatan yang bertanggung jawab terkait puing-puing objek luar angkasa mereka.

Halaman:

Editor: Resti Fitriyani

Sumber: Spacenews


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X