Bagaimana Hukum Puasa Jika Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya

- 28 Maret 2023, 11:51 WIB
Ilustrasi- Shower kamar mandi, simak berikut penjelasan hukum puasa jika belum mandi wajib setelah masuknya waktu sholat Subuh.
Ilustrasi- Shower kamar mandi, simak berikut penjelasan hukum puasa jika belum mandi wajib setelah masuknya waktu sholat Subuh. /Pexels.com/@Karolina Grabowska
 
BERITA DIY - Simak berikut penjelasan hukum puasa jika belum mandi wajib setelah masuknya waktu sholat Subuh.
 
Puasa merupakan suatu ibadah yang dipergunakan untuk menahan makan, minum, dan hawa nafsu.
 
Puasa sendiri dimulai saat terbit fajar sebelum adzan Subuh berkumandang, hingga sampai waktu berbuka yang ditandai masuknya waktu Magrib. 
 

Pada saat puasa di siang hari, salah satu larangan untuk umat muslim yaitu berhubungan suami istri, dan hal tersebut bisa membuat puasa batal dan tidak sah.
 
 
Kendati demikian berhubungan suami istri pada saat setelah berbuka puasa sampai waktu sahur, hal tersebut diperbolehkan.
 

 
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 187 yang artinya:
 
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka,
 
Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. 
 

 
 
Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS Al-Baqarah ayat 187).
 
Lantas bagaimana hukumnya jika puasa tetapi belum mandi wajib? Apakah boleh dan puasanya tetap sah?

 
Seperti dilansir BERITA DIY dari laman NU JATIM pada 28 Maret 2023, bahwa hukumnya boleh dan tetap sah jika seseorang belum mandi wajib hingga waktu Subuh saat puasa Ramadhan.
 
 
Hukum Puasa Jika Belum Mandi Wajib
 
Aisyah RA berkata: “Rasulullah SAW pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).
 

 
 
صِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ 
 
Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadis Riwayat Bukhari 4/153).
 
 

 
Dari hadis tersebut para ulama bersepakat bahwa hukum puasa tetapi belum mandi wajib setelah masuknya waktu imsak yaitu mubah atau diperbolehkan.
 
Sedangkan mandi wajib sendiri boleh diakhirkan hingga waktu subuh tiba, dengan catatan ketika ingin melaksanakan sholat Subuh, harus sudah dalam keadaan suci.
 
Karena keadaan suci dari hadas kecil maupun besar merupakan salah satu syarat sah dari sholat.
 

 
Walaupun diperbolehkan dan puasa tetap sah, namun alangkah baiknya jika menyegerakan mandi wajib agar tetap dalam keadaan bersuci, dan tidak menunda-nunda sholat Subuh.
 
Demikianlah berikut penjelasan hukum puasa jika belum mandi wajib setelah masuknya waktu sholat Subuh.***

Editor: Iman Fakhrudin


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x