Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 183 dalam Al Quran tentang Kewajiban Puasa Ramadan Umat Islam

- 11 Maret 2023, 17:58 WIB
Simak Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah ayat 183 sesuai dengan Al Quran tentang kewajiban puasa Ramadan atas umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Simak Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah ayat 183 sesuai dengan Al Quran tentang kewajiban puasa Ramadan atas umat Islam dan Nabi Muhammad SAW. /PEXELS/cahiwak

BERITA DIY – Simak informasi Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban melakukan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan atas umat Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW.

Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam yang telah baligh dan berakal setiap tahunnya.

Puasa Ramadan juga menjadi salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim sebagai penanda iman dan takwa terhadap Allah SWT.

 

Seperti diketahui, perintah melakukan puasa Ramadan tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 183. Meski begitu, tentunya ada sebab dan asal muasal mengenai turunnya firman Allah SWT tersebut bagi umat Islam.

Baca Juga: Tol Cinere - Jagorawi Kapan Selesai? Ini Peta Rencana Tol Cinere Jagorawi dan Harga Tarif Tol

Dikutip dari laman NU Trenggalek, membahas Asbabun Nuzul mengenai perintah puasa Ramadan tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang menjadi pemisah antara periode dakwah di Makkah dan Madinah.

Sebelumnya, Nabi Muhammad SAW hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram (puasa Asyura) dan puasa tiga hari di pertengahan bulan atau Ayyamul Bidh.

 

Kemudian, Allah SWT memberikan perintah puasa Ramadan dengan menurunkan Surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah ayat 183).

Baca Juga: Apa Itu Anxiety, Ciri-Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya, Apakah Berbeda dengan Panic Attack?

Tidak hanya mengenai perintah puasa Ramadan saja, Allah SWT kemudian menjelaskan mengenai bagaimana puasa Ramadan dilakukan seperti tertulis dalam Surat Al Baqarah 184 dan 185 yang berbunyi:

Al Baqarah ayat 184: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,”

 

Al Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Baca Juga: Modal KTP Pinjaman Online BRI 25 Juta Ini Cepat Cair Tanpa Jaminan Cicilan 100 Ribuan di Pinjol Bukan KUR 2023

Meski dua ayat Al Quran di atas telah turun, belum ada ketentuan mengenai batasan kapan waktu berbuka, waktu sahur, dan waktu puasa Ramadan secara rinci.

 

Hal ini membuat beberapa sahabat sempat mengalami tidak berbuka dan sahur sebelum berpuasa di hari berkutnya.  

Salah satu sahabat yang sempat mengalami hal tersebut adalah Qais bin Shirmah al-Anshari yang pingsan saat bekerja di ladang kurma karena belum makan saat berbuka dan sahur di malam sebelumnya.

Karena kerancuan yang terjadi di umat Islam, Allah SWT kembali menjelaskan mengenai waktu makan selama puasa Ramadahan dalam Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

Baca Juga: Link Live Streaming Bournemouth vs Liverpool Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini di TV Online 19.30 WIB

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu perbedaan benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, ketika kamu beri’tikaf di dalam mesjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa,”.

 

Dengan turunnya Al Baqarah ayat 187 tersebut, maka lengkaplah sudah pedoman bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa Allah SWT tidak melarang adanya hubungan suami istri asal dilakukan pada malam hari di bulan Ramadan.

Baca Juga: Harga Toyota Agya Terbaru 2023 All New Agya dan Toyota Agya GR Sport

Turunnya perintah puasa Ramadan secara perlahan tersebut merupakan penanda cintanya Allah SWT kepada sahabat Nabi Muhammad SAW yang saat itu masih berada di tahun-tahun awal memeluk agama Islam.  

Demikian informasi Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban melakukan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan atas umat Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW.***

Editor: F Akbar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x