Lintasarta Perusahaan Apa? Produk Layanan Internet yang Disediakan dan Kenali Program Beasiswa Digischool 2022

- 31 Maret 2022, 15:49 WIB
Perusahaan Lintasarta Membangun Negeri mengadakan program beasiswa Digischool 2022 bagi para terdampak Covid-19.
Perusahaan Lintasarta Membangun Negeri mengadakan program beasiswa Digischool 2022 bagi para terdampak Covid-19. /Tangkap layar lintasartadigischool.dicoding.com

BERITA DIY - Pada bulan April 1988, Lintasarta didirikan dan menjadi perusahaan layanan komunikasi data, informasi bisnis serta internet yang mumpuni guna menjadi perusahaan yang membangun negeri.

Lintasarta Membangun Negeri tentu bukan hanya jargon semata, akan tetapi sebuah kerja nyata yang dibuktikan dengan melayani informasi bisnis serta internet yang menyasar hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

Terdapat kurang lebih 1.700 mitra perusahaan memberikan kepercayaan pada Lintasara untuk membantu mereka mengembangkan basis komunikasi data dan layanan informasi bisnis. Tak hanya itu, Lintasarta juga telah memiliki koneksi lebih dari 20.000 jaringan dengan memanfaatkan infrastruktur cangih berbasiskan Platform Next Generation Network (NGN).

Baca Juga: Cara UMKM Dapat BLT di April 2022 Tanpa Masuk Daftar Penerima di Link Cek Banpres BPUM BRI BNI Banpresbpum.id

Sebagai perusahaan yang memberikan total solution company yang fokus pada industri Information Communication and Technology (ICT), Lintasarta ikut berpartisipasi membangun negeri yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang juga berdampak hingga ke sektor ekonomi.

Kontribusi Lintasarta dalam membangun negeri berupa membuka program beasiswa Digischool 2022 untuk meningkatkan pengetahuian dan skill generasi muda di tengah bencana pandemi Covid-19.

Adanya bentuk kontribusi tersebut karena melihat dampak Covid-19 dari kacamata data yang telah dipaparkan Simposium Pembangunan Asia Tenggara Southeast Asia Development Symposium (SEADS), yang tertuang dalam laporan Asia Development Bank (ADB), bahwa terjadi kenaikan ekstrem penduduk miskin di Asia Tenggara menjadi 4,7 juta orang pada 2021 akibat pandemi covid-19.

Baca Juga: Harga BBM Pertalite, Pertamax Turbo dan Pertamax 92 hari ini dan 1 April 2022, Naik Jadi Rp 16 Ribu Seliter?

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa hilangnya 9,3 juta lapangan pekerjaan membuat angka kemiskinan kian meningkat. Pada kasus ini, kelompok yang paling terdampak adalah para pekerja tanpa keterampilan khsus, perekonomian informal serta usaha kecil yang tidak memiliki eksistensi digital.

Halaman:

Editor: Arfrian Rahmanta


Tags

Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x