Makna Hari Lahir Pancasila, Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia yang Diperingati Setiap 1 Juni

- 30 Mei 2021, 12:51 WIB
Inilah Makna Hari Lahir Pancasila, Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia yang Diperingati Setiap Tanggal 1 Juni.
Inilah Makna Hari Lahir Pancasila, Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia yang Diperingati Setiap Tanggal 1 Juni. /Pixabay/ ibnuamaru

BERITA DIY - Hari Lahir Pancasila sebelum ditetetapkan pada tanggal 1 Juni, tidak pernah diperingati secara tetap dan tidap pasti dalam setahun sekali. Namun, melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dasar atau alasan pemilihan tanggal tersebut karena bertepatan pada momen ketika gagasan tentang dasar negara Republik Indonesia dicetuskan oleh Soekarno melalui pidatonya.

Dikutip Berita DIY dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Lukman Surya Saputra, dkk (2017), Soekarno saat itu mengusulkan lima dasar negara, di antaranya Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Baca Juga: Terduga Teroris Zakiah Aini Sebut Pemilu, Pancasila, dan UUD Ajaran Kafir, Ernest: Buat Saya Merenung

Panitia Sembilan yang dibentuk Ketua BPUPKI, lantas memilih dan menduskusikan kelima sila tersebut. Setelah sempat mengalami beberapa perubahan, Pancasila akhirnya resmi ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Makna Hari Lahir Pancasila

Bagi rakyat Indonesia, Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang mendalam karena pada hari tersebut, sejak dicetuskannya, nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman bangsa Indonesia berhasil digali dan ditetapkan oleh para Bapak Pendiri Bangsa.

Sebagai alat pemersatu bangsa, Pancasila memiliki makna menyatukan masyarakat dengan segala perbedaan yang ada.

Makna lainnya, Hari Lahir Pancasila sebagai jembatan untuk mengingat kembali perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila. Tak hanya mengingat, tetapi juga mengenang, menghormati, juga menghargai.

Halaman:

Editor: Adestu Arianto


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X